Kuliah di Jurusan Fisika? Siapa takut !!!

Fisika itu ada dalam beberapa ilmu pengetahuan lainnya. Dimana-mana ada fisika. Dalam keseharian kita saja ada banyak fisika. Bahkan mulai dari bangun tidur hingga kita tidur kembali, ada bagitu banyak perlakuan fisika dalam diri kita. Mulai dari gerak, gaya, usaha dan lain sebagainya. Hal itu yang membuat fisika itu sangat menakjubkan bagiku dan mungkin bagi teman-temanku.

Pernah situ ketika aku berdiskusi dengan seorang dosen fisika, beliau sangat inspiratif.

Inilah ringkasan diskusinya :

 

“kita ini beruntung lho bisa belajar fisika dan kuliah di jurusan Fisika FMIPA. Di sini kita belajar semua, lulus dari sini kita bebas milih mau jadi apa aja. Bagi yang suka mengajar, kita bisa jadi guru. Bagi yang suka penelitian, bisa jadi peneliti, dosen, penggiat IT, dan apa saja yang kita mau. Bebas milih di sini. Kalo kamu mau ambil S2, kita yang lulusan fisika bisa ambil banyak jurusan. Mau ambil geofisika, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Ilmu Material, Geologi, dan yang lainnya bisa-bisa aja. Dan itu memang related. Berbeda dengan mereka yang belajar di fakultas teknik, mereka gak bisa ambil program master untuk jurusan Fisika. Karena fisika itu akarnya ilmu pengetahuan. Tapi fisika bisa menggapai bidang-bidang ilmu lainnya. Itulah keuntungan kita yang belajar di jurusan fisika, kita berbeda, kita spesial”.

 

Eh iya, jurusan Fisika itu ada 3 Jenis lho, ada Teknik Fisika, Fisika Murni dan Pendidikan Fisika.

Apasih Teknik Fisika itu?

Jadi, Teknik Fisika adalah ilmu yang menjembatani antara Teknik dengan MIPA. Disini kita mempelajari semua ilmu di bidang ke-Teknikan, sebagai contoh: pada semester 1 biasanya akan mendapatkan mata kuliah Gambar Teknik. saya pikir awalnya itu cuma sekedar Gambar benda dan desain AutoCAD, tapi ternyata disamping itu kita diajarkan mengenai PnID (Piping and Instrumentation Drawing), dimana PnID ini merupakan mata kuliah Teknik Kimia pada semester VII. Setelah itu, gue dapet Mekanika Fluida, Termodinamika, Elektronika Analog, Sistem Digital, Fisika Bangunan, Fisika Material, dlsb dimana semua itu merupakan mata kuliah dari Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Sipil. Namun yang kita pelajari adalah FUNDAMENTAL dari ilmu-ilmu tersebut.

 

Kenapa sih Teknik Fisika itu mempelajari secara Fundamental?

Ibarat sebuah bangunan, bangunan yang kokoh tidak akan berdiri tanpa fundamental dasar bangunan yang kokoh dan kuat. Jadi, disini kalian akan dipaksa untuk memahami semua fundamental ilmu Teknik yang ada. Hal ini bukan berarti kita tidak memiliki konsentrasi sendiri dalam bidang Teknik Fisika. Konsentrasi Teknik Fisika sendiri ada pada bidang Instrumentasi Industri, Teknik Kontrol, Energi terbarukan, dan Akustika Bangunan, CMIIW. Sangatlah berat untuk menjadi seorang Insinyur Teknik Fisika, sebagai contoh saya ambil Teknik Kontrol. Ketika saya ingin mengontrol sesuatu, saya haruslah paham betul dengan hal yang akan saya kontrol. Orang yang pandai dalam Teknik Kontrol ini bukanlah Insinyur biasa, layaknya Insinyur Teknik lainnya, tetapi Insinyur yang telah menguasai dalam bidang yang akan dia Kontrol, karena dalam mengontrol sesuatu, orang tersebut haruslah fasih dalam segala hal terkait bidang tersebut.

 

Ironisnya, peminat Teknik Fisika di Indonesia ini masih terbilang sedikit yang mungkin orang berpikir akan sangatlah susah dalam bidang Teknik Fisika ini. Di luar negeri, Teknik Fisika sendiri memiliki julukan sebagai MOTHER OF ENGINEERING, dan hanya orang-orang tertentu yang bisa memasuki jurusan ini. 

Dalam lahan kerja, kesempatan untuk bekerja di perusahaan industri Oil&Gas juga terbuka luas untuk lulusan ini, terutama dalam bidan Kontrol dan Instrumentasi, oleh karena itu, tidak heran jika kita dikenal sebagai Instrumental Engineer

 

Apasih bedanya antara Fisika MIPA dengan Teknik Fisika?

Jelas beda, walaupun di Fisika MIPA juga sering membuat alat seperti sensor, dlsb, Teknik Fisika adalah Fisika yang mendasari ilmu Teknik. Disini, pola pikir kalian sebagai "calon" Insinyur dibentuk, dari mulai dalam menyelesaikan permasalahan dalam lapangan, dalam menyelesaikan masalah, dan dalam melakukan analisis serta perhitungan. Dalam Fisika MIPA, kalian hanya belajar secara teori dan menyelesaikannya secara hitungan dengan rumus-rumus tertentu. Pada Teknik Fisika, kalian tidak hanya mengerti secara teori, tetapi langsung dihadapkan dengan kasus tertentu dan bagaimana cara menganalisis kasus tersebut dengan berbagai asumsi sebelum mendapatkan sebuah persamaan yang akan kalian gunakan dalam menyelesaikan kasus tersebut, hingga mendapatkan sebuah hasil dari eksperimen tersebut.

Bagaimana dengan jurusan pendidikan fisika?

Jelas dong, namanya juga pendidikan pasti di fokuskan untuk menjadi Pengajar baik di Sekolah maupun Universitas. Tapi di dalamnya kita tetap mempelajari semua tentang fisika kok, hanya saja ada penambahan mengenai bagaimana cara mengajar, menangani murid, menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan lain sebagainya.

 

Wow, Menarik bukan?

Selain itu, banyak proffesor-proffesor lulusan dari Teknik Fisika ini mendirika jurusan-jurusan Teknik lain, selain Teknik Fisika. Sebagai contoh, jurusan Teknik Elektro di beberapa Universitas didirikan oleh alumni Teknik Fisika, tetapi peminat Teknik Elektro di Indonesia lebih tinggi dari Teknik Fisika. Mengapa demikian? Kembali kepada pemikiran orang Indonesia, mereka lebih berminat untuk memilih Teknik Elektro karena sudah terlihat bagaimana mereka bekerja nantinya.

 

 

Sekian tulisan ini saya akhiri, semoga bisa membuka pemikiran kalian yang sedang bimbang dan ragu untuk memilih jurusan Teknik Fisika ini.

 

Terimakasih :)

Referensi : -